Cita-cita Soekarno untuk menjadikan NKRI sebagai “Kekuatan Asia”,
mendorong beliau untuk membuat blue print perencanaan pembangunan
Indonesia di masa pemerintahannya. Dalam pemikirannya kelak dikemudian
waktu, Asia Pasifik akan jadi pusat dunia paling maju, paling kaya dan
paling fenomenal dalam perjalanan sejarah peradaban modern manusia.
Bung Karno mencetuskan sebuah konsep perencanaan sebagai jawaban
terhadap situasi sosial masa tersebut. Soekarno menerapkan model
perencanaan berupa Nation Character Building. Character Building dalam
persepsi beliau bermakna upaya untuk membangkitkan kebanggaan dan
kecintaan terhadap bangsa sendiri dengan cara menggenjot pembangunan
secara fisik. Tiga prioritas utama dalam kerangka Character building
ialah pembangunan manusia, ekonomi dan fisik. Soekarno memilih
geopolitik sebagai tahapan awal pembentukan sebuah bangsa, geopolitik
sebagai alat modal kekayaan wilayah serta menjadikan geopolitik
sekaligus sebagai modal sosial dalam membentuk perubahan total terhadap
sejarah perkembangan masyarakat.
Visi Sukarno, di tahun 1975 Indonesia akan jadi bangsa terkuat di Asia
dan menjadi salah satu negara adikuasa dunia dalam konteks the big five.
Amerika Serikat, Inggris, Sovjet Uni dan Jepang. Jepang dan Cina
menurut Sukarno masih bisa dibawah Indonesia. Dan Indonesia jadi negara
terkuat di Asia memimpin tiga zona wilayah meliputi Asia Tenggara, Asia
Selatan dan Asia Timur. Berikut adalah beberapa rencana-rencana Soekarno
:
1. Menjadikan Palangkaraya sebagai Ibukota Negara
Awalnya Semaun yang membawa saran tentang perpindahan ibukota, Semaun
adalah konseptor besar atas tatanan ruang kota-kota satelit Sovjet Uni
di wilayah Asia Tengah. Hal ini kemudian disambut antusias oleh Bung
Karno, selama 1 tahun penuh Bung Karno mempelajari soal Kalimantan ini,
ia berkesimpulan "masa depan dunia adalah pangan, sumber minyak dan air.
Pertahanan militer bertumpu pada kekuatan Angkatan Udara."
Lalu pada satu malam di hadapan beberapa orang Bung Karno dengan
intuisinya mengambil mangkok putih di depan peta besar Kalimantan, ia
menaruh mangkok itu ke tengah-tengah peta, kemudian Sukarno berkata
dengan mata tajam ke arah yang mendengarnya "Itu Ibukota RI," Bung Karno
menunjuk satu peta di tepi sungai Kahayan. Lalu Bung Karno ke tepi
Sungai Kahayan dan melihat sebuah pasar yang bernama Pasar Pahandut,
dari Pasar inilah Bung Karno mengatakan "Ibukota RI dimulai dari sini"
ini sama persis dengan ucapan Daendels di depan Asisten Bupati Sumedang
saat membangun jalan darat Pos Selatan untuk gudang arsenal
Hindia-Perancis, ketika itu ia menunjuk satu tempat yang kita kenal
sekarang sebagai Bandung "Bandung jadi titik nol wilayah pertahanan
Jawa."
Bundaran Besar Palangkaraya
Pembangunan Jalan Palangkaraya dibuat lurus-lurus dan menuju satu
bunderan besar, dimaksudkan bila terjadi perang Inggris terjadi maka
jalan-jalan itu diperlebar sampai empat belas jalur untuk pendaratan
pesawat tempur Mig21 yang diborong dari Uni Sovjet. Pangdam Kaltim di
pertengahan tahun 1960-an Brigjen Hario Ketjik adalah salah satu fanatik
Sukarnois yang menerapkan rencana ini di Kalimantan Timur. Pembangunan
tata ruang kota Palangkaraya diatur amat teliti, sampai sekarang tata
ruang kota Palangkaraya paling rapi di Indonesia.
2. Perencanaan Pertahanan Nasional
Bung Karno membagi kekuatan pertahanan nasional dalam dua garis besar :
Pertahanan Laut di Indonesia Timur dengan Biak menjadi pusat armada-nya
(ini sesuai dengan garis geopolitik Douglas MacArthur) dan Pertahanan
Udara di Kalimantan. Sedangkan Bandung menjadi pusat Militer Angkatan
Darat.
Indonesia membeli berbagai macam peralatan militer, antara lain 41
Helikopter MI-4 (angkutan ringan), 9 Helikopter MI-6 (angkutan berat),
30 pesawat jet MiG-15, 49 pesawat buru sergap MiG-17, 10 pesawat buru
sergap MiG-19 ,20 pesawat pemburu supersonik MiG-21, 12 Kapal selam
kelas Whiskey, puluhan korvet dan 1 buah Kapal penjelajah kelas Sverdlov
(yang diberi nama sesuai dengan wilayah target operasi, yaitu KRI
Irian). Dari jenis pesawat pengebom, terdapat sejumlah 22 pesawat pembom
ringan Ilyushin Il-28, 14 pesawat pembom jarak jauh TU-16, dan 12
pesawat TU-16 versi maritim yang dilengkapi dengan persenjataan peluru
kendali anti kapal (rudal) air to surface jenis AS-1 Kennel. Sementara
dari jenis pesawat angkut terdapat 26 pesawat angkut ringan jenis IL-14
dan AQvia-14, 6 pesawat angkut berat jenis Antonov An-12B buatan Uni
Soviet dan 10 pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules buatan Amerika
Serikat.
Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan
bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di
dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat itu, kekuatan militer
Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salah satu kapal
perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov,
dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan
bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60
perwira. Sovyet tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada
bangsa lain manapun, kecuali Indonesia.
3. Rancangan Tata Ruang Negara
Bung Karno menyusun dasar-dasar kota administrasi provinsi dengan
dibantu eks Gubernur Jawa Timur RTA Milono, pada saat penyusunan
birokrasi itu Bung Karno sedang menyiapkan cetak biru besar tentang
rancangan tata ruang negara dari Sabang Sampai merauke. Antara Pulau
Sumatera-Jawa dan Bali akan dibangun terowongan bawah tanah, karena
rawan gempa Bung Karno meningkatkan armada pelabuhan antar pulau dipesan
kapalnya dari Polandia. Tapi rencana membuat channel seperti di selat
Inggris tetap diprioritaskan bahkan menjelang kejatuhannya di tahun 1966
ia bercerita tentang channel bawah tanah yang menghubungkan Pulau
Sumatera-Jawa dan Bali
Pusat pelabuhan dagang bukan diletakkan di Jawa, tapi di sepanjang
pesisir Sumatera Utara- Kalimantan-Sulawesi, Sukarno mempersiapkan
rangkaian pelabuhan yang ia sebut sebagai "Zona Tapal Kuda". Wilayah
Jawa dan Bali dijadikan pusat lumbung pangan. Kota-kota baru dibangun,
pilot project-nya adalah Palangkaraya dan Sampit, setelah itu Jakarta
juga dibangun untuk display ruang atau model kota modern. Jakarta tetap
dijadikan pusat kota jasa Internasional sementara Palangkaraya menjadi
pusat pemerintahan dan pertahanam militer udara.
Sabtu, 28 Februari 2015
Pidato Bung Karno Di Front Pembebasan Irian Barat
Label:ilmu pengetahuan
Sejarah
Cita-cita Bung Karno tentang Minyak Indonesia

"JANGAN DENGARKAN ORANG ASING"
Itulah yang diucapkan Bung Karno di tahun 1957 saat ia mulai melakukan aksi atas politik kedaulatan modal. Aksi kedaulatan modal adalah sebuah bentuk politik baru yang ditawarkan Sukarno sebagai alternatif ekonomi dunia yang saling menghormati, sebuah dunia yang saling menyadari keberadaan masing-masing, sebuah dunia co-operasi, “Elu ada, gue ada” kata Bung Karno saat berpidato dengan dialek betawi di depan para mahasiswa sepulangnya dari Amerika Serikat.
Pada tahun 1957, perlombaan pengaruh kekuasaan meningkat antara Sovjet Uni dan Amerika Serikat, Sovjet Uni sudah berani masuk ke Asia pasca meninggalnya Stalin, sementara Mao sudah ambil ancang-ancang untuk menguasai seluruh wilayah perbatasan Sovjet Uni dengan RRC di utara Peking. Bung Karno sudah menebak Amerika Serikat dan Sovjet Uni pasti akan rebutan Asia Tenggara. “Dulu Jepang ngebom Pearl Harbour itu tujuannya untuk menguasai Tarakan, untuk menguasai sumber-sumber minyak, jadi sejak lama Indonesia akan jadi pertaruhan untuk penguasaan di wilayah Asia Pasifik, kemerdekaan Indonesia bukan saja soal kemerdekaan politiek, tapi soal bagaimana menjadiken manusia yang didalamnya hidup terhormat dan terjamin kesejahteraannya” kata Bung Karno saat menerima beberapa pembantunya sesaat setelah pengunduran Hatta menjadi Wakil Presiden RI tahun 1956.
Saat itu Indonesia merobek-robek perjanjian KMB didorong oleh kelompok Murba, Bung Karno berani menuntut pada dunia Internasional untuk mendesak Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia “Kalau Belanda mau perang, kita jawab dengan perang” teriak Bung Karno saat memerintahkan Subandrio untuk melobi beberapa negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat.
“Gerak adalah sumber kehidupan, dan gerak yang dibutuhkan di dunia ini bergantung pada energi, siapa yang menguasai energi dialah pemenang” Ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan energi sebagai puncak kedaulatan bangsa Indonesia, pada peresmian pembelian kapal tanker oleh Ibnu Sutowo sekitar tahun 1960, Bung Karno berkata “Dunia akan bertekuk lutut kepada siapa yang punya minyak, heee….joullie (kalian =bahasa belanda) tau siapa yang punya minyak paling banyak, siapa yang punya penduduk paling banyak…inilah bangsa Indonesia, Indonesia punya minyak, punya pasar. Jadi minyak itu dikuasai penuh oleh orang Indonesia untuk orang Indonesia, lalu dari minyak kita ciptaken pasar-pasar dimana orang Indonesia menciptaken kemakmurannya sendiri”.
Jelas langkah Sukarno tak disukai Amerika Serikat, tapi Moskow cenderung setuju pada Sukarno, ketimbang harus perang di Asia Tenggara dengan Amerika Serikat, Moskow memutuskan bersekutu dengan Sukarno, tapi perpecahan Moskow dengan Peking bikin bingung Sukarno. Akhirnya Sukarno memutuskan maju terus tanpa Moskow, tanpa Peking untuk berhadapan dengan kolonialis barat.
Di tahun 1960, Sukarno bikin gempar perusahaan minyak asing, dia panggil Djuanda, dan suruh bikin susunan soal konsesi minyak “Kamu tau, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka, jadi Indonesia ini tidak hanya berhadapan dengan kolonialisme tapi berhadapan dengan modal asing yang memperbudak bangsa Indonesia, saya ingin modal asing ini dihentiken, dihancurleburken dengan kekuatan rakyat, kekuatan bangsa sendiri, bangsaku harus bisa maju, harus berdaulat di segala bidang, apalagi minyak kita punya, coba kau susun sebuah regulasi agar bangsa ini merdeka dalam pengelolaan minyak” urai Sukarno di depan Djuanda.
Lalu tak lama kemudian Djuanda menyusun surat yang kemudian ditandangani Sukarno. Surat itu kemudian dikenal UU No. 44/tahun 1960. isi dari UU itu amat luar biasa dan memukul MNC (Multi National Corporation). “Seluruh Minyak dan Gas Alam dilakukan negara atau perusahaan negara”. Inilah yang kemudian menjadi titik pangkal kebencian kaum pemodal asing pada Sukarno, Sukarno jadi sasaran pembunuhan dan orang yang paling diincar bunuh nomor satu di Asia. Tapi Sukarno tak gentar, di sebuah pertemuan para Jenderal-Jenderalnya Sukarno berkata “Buat apa memerdekakan bangsaku, bila bangsaku hanya tetap jadi budak bagi asing, jangan dengarken asing, jangan mau dicekoki Keynes, Indonesia untuk bangsa Indonesia”. Ketika laporan intelijen melapori bahwa Sukarno tidak disukai atas UU No. 44 tahun 1960 itu Sukarno malah memerintahkan ajudannya untuk membawa paksa seluruh direktur perusahaan asing ke Istana. Mereka takut pada ancaman Sukarno. Dan diam ketakutan.
Pada hari Senin, 14 Januari 1963 pemimpin tiga perusahaan besar datang lagi ke Istana, mereka dari perusahaan Stanvac, Caltex dan Shell. Mereka meminta Sukarno membatalkan UU No.40 tahun 1960. UU lama sebelum tahun 1960 disebut sebagai “Let Alone Agreement” yang memustahilkan Indonesia menasionalisasi perusahaan asing, ditangan Sukarno perjanjian itu diubah agar ada celah bila asing macam-macam dan tidak memberiken kemakmuran pada bangsa Indonesia atas investasinya di Indonesia maka perusahaannya dinasionalisasikan. Para boss perusahaan minyak itu meminta Sukarno untuk mengubah keputusannya, tapi inilah jawaban Sukarno “Undang-Undang itu aku buat untuk membekukan UU lama dimana UU lama merupaken sebuah fait accomply atas keputusan energi yang tidak bisa menasionalisasikan perusahaan asing.
UU 1960 itu kubuat agar mereka tau, bahwa mereka bekerja di negeri ini harus membagi hasil yang adil kepada bangsaku, bangsa Indonesia” mereka masih ngeyel juga, tapi bukan Bung Karno namanya ketika didesak bule dia malah meradang, sambil memukul meja dan mengetuk-ngetukkan tongkat komando-nya lalu mengarahkan telunjuk kepada bule-bule itu Sukarno berkata dengan suara keras :”Aku kasih waktu pada kalian beberapa hari untuk berpikir, kalau tidak mau aku berikan konsesi ini pada pihak lain negara..!” waktu itu ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan Permina (sekarang Pertamina) menjadi perusahaan terbesar minyak di dunia, Sukarno butuh investasi yang besar untuk mengembangkan Permina. Caltex disuruh menyerahkan 53% hasil minyaknya ke Permina untuk disuling, Caltex diperintahkan memberikan fasilitas pemasaran dan distribusi kepada pemerintah, dan menyerahkan modal dalam bentuk dollar untuk menyuplai kebutuhan investasi jangka panjang pada Permina.
Bung Karno tidak berhenti begitu saja, ia juga menggempur Belanda di Irian Barat dan mempermainkan Amerika Serikat, Sukarno tau apabila Irian Barat lepas maka Biak akan dijadikan pangkalan militer terbesar di Asia Pasifik, dan ini mengancam kedaulatan bangsa Indonesia yang baru tumbuh. Kemenangan atas Irian Barat merupakan kemenangan atas kedaulatan modal terbesar Indonesia, di barat Indonesia punya lumbung minyak yang berada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan sementara di Irian Barat ada gas dan emas. Indonesia bersiap menjadi negara paling kuat di Asia.
Hitung-hitungan Sukarno di tahun 1975 akan terjadi booming minyak dunia, di tahun itulah Indonesia akan menjadi negara yang paling maju di Asia , maka obesesi terbesar Sukarno adalah membangun Permina sebagai perusahaan konglomerasi yang mengatalisator perusahaan-perusahaan negara lainnya di dalam struktur modal nasional. Modal Nasional inilah yang kemudian bisa dijadikan alat untuk mengakuisisi ekonomi dunia, di kalangan penggede saat itu struktur modal itu diberi kode namanya sebagai ‘Dana Revolusi Sukarno”. Kelak empat puluh tahun kemudian banyak negara-negara kaya seperti Dubai, Arab Saudi, Cina dan Singapura menggunakan struktur modal nasional dan membentuk apa yang dinamakan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebuah struktur modal nasional yang digunakan untuk mengakuisisi banyak perusahaan di negara asing, salah satunya apa yang dilakukan Temasek dengan menguasai saham Indosat.
Sukarno sangat perhatian dengan seluruh tambang minyak di Indonesia, di satu sudut Istana samping perpustakaannya ia memiliki maket khusus yang menggambarkan posisi perusahaan minyak Indonesia, suatu hari saat Bung Karno kedatangan Brigjen Sumitro, yang disuruh Letjen Yani untuk menggantikan Brigjen Hario Ketjik menjadi Panglima Kalimantan Timur, Sukarno sedang berada di ruang khusus itu, lalu ia keluar menemui Sumitro yang diantar Yani untuk sarapan dengan Bung Karno, saat sarapan dengan roti cane dengan madu dan beberapa obat untuk penyakit ginjal dan diabetesnya, Sukarno berkata singkat pada Sumitro : “General Sumitro saya titip rafinerij (rafineij = tambang dalam bahasa Belanda) di Kalimantan, kamu jaga baik-baik” begitu perhatiannya Sukarno pada politik minyak.
Kelabakan dengan keberhasilan Sukarno menguasai Irian Barat, Inggris memprovokasi Sukarno untuk main di Asia Tenggara dan memancing Sukarno agar ia dituduh sebagai negara agresor dengan mengakuisisi Kalimantan. Mainan lama ini kemudian juga dilakukan dengan memancing Saddam Hussein untuk mengakuisisi Kuwait sehingga melegitimasi penyerbuan pasukan Internasional ke Baghdad. Sukarno panas dengan tingkah laku Malaysia, negara kecil yang tak tau malu untuk dijadikan alat kolonialisme, namun Sukarno juga terpancing karena bagaimanapun armada tempur Indonesia yang diborong lewat agenda perang Irian Barat menganggur. Sukarno ingin mengetest Malaysia.
Tapi sial bagi Sukarno, ia justru digebuk Jenderalnya sendiri. Sukarno akhirnya masuk perangkap Gestapu 1965, ia disiksa dan kemudian mati mengenaskan, Sukarno adalah seorang pemimpi, yang ingin menjadikan bangsanya kaya raya itu dibunuh oleh konspirasi. Dan sepeninggal Sukarno bangsa ini sepenuhnya diambil alih oleh modal asing, tak ada lagi kedaulatannya dan tak ada lagi kehormatannya.
Sukarno menciptakan landasan politik kepemilikan modal minyak, inilah yang harus diperjuangkan oleh generasi muda Indonesia, kalian harus berdaulat dalam modal, bangsa yang berdaulat dalam modal adalah bangsa yang berdaulat dalam ekonomi dan kebudayaannya, ia menciptakan masyarakat yang tumbuh dengan cara yang sehat.
Bung Karno tidak hanya mengeluh dan berpidato didepan publik tentang ketakutannya seperti SBY, tapi ia menantang, ia menumbuhkan keberanian pada setiap orang Indonesia, ia menumbuhkan kesadaran bahwa manusia Indonesia berhak atas kedaulatan energinya.
Label:ilmu pengetahuan
Sejarah
Kamis, 19 Februari 2015
Sejarah Kelam Tokoh-tokoh Di Dunia
Tanggal 25 Juli 1945 President ke 33 AS Harry S. Truman, memerintahkan Angkatan Udaranya untuk mengririmkan pesawat Pembom B-29 pada Jepang di PD II, tidak lama setelah ia diangkat menjadi president menggantikan Roosevelt yang meninggal pada 12 April 1945.
Bom pertama ia jatuhkan diatas kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan selang tiga hari kemudianBom ke dua ia jatuhkan diatas kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945, kedua bom tersebut sedikitnya menewaskan 120.000 orang dan 100.000 orang terluka parah, yang mengakhiri Perang Dunia ke II setelah Kaisar Hirohito menyerah pada sekutu tanggal 14 Agustus 1945.
2. Genghis Khan (1206-1227)
Jenghis Khan’s menandai perang di Asia ini dengan pemusnahan besar-besaran pada skala yang sangat besar dan mengubah situasi demografis di Asia. Menurut karya sejarawan Rashid-ad-Din Fadl Allah, Suku Mongol melancarkan pembunuhan besar-nesaran lebih dari 700.000 orang di Merv dan lebih dari satu juta di Nishapur.
Cina menderita penurunan drastis populasi sebagai akibat dari Khan.sebelum invasi Mongol, Cina memiliki sekitar 100 juta penduduk, setelah selesai penaklukan,tahun 1279, yang dalam sensus 1300 menunjukkan memiliki sekitar 60 juta orang.tentu saja, berarti bahwa Jenghis Khan’s secara langsung bertanggung jawab atas kematian 40 juta orang, tetapi ia memberikan rasa dari keganasan serangan hebat.
3. Benito Mussolini (Ethiopia, 1936; Yugoslavia, WWII)
Lebih dari 400.000 warga Italia terbunuh ketika PD II Dan 30.000 Warga Ethiopia ketika Itali meng invasi Ethiopia.
4. Idi Amin (Uganda, 1969-1979)
5. Saddam Hussein (Iran 1980-1990 and Kurdistan 1987-88)
Mendekati dua juta orang , termasuk 150.000 dan 340.000 warga Iraq dan antara 450.000 dan 730.000 Warga Iran selama perang Iran - Iraq. Diperkirakan 1000 warga Kuwaiti di bunuh ketika meng invasi Kuwait . Tidak ada angka pasti namun diperkirakan 100.000 orang suku Kurdi dibunuh atau “menghilang”. Tidak hanya itu shia Muslim yang tewas selama Hussein memerintah diperkirakan antara 60.000 dan 150.000 orang dengan ditemukannya Kuburan massal oleh tentara AS pada tahun 2003 setelah Saddam di gulingkan dan Sekitar 500.000 anak-anak Irak mati karena sanksi internasional perdagangan, setelah Perang Teluk.
6. Suharto (Timor Timur, Papua Merdeka, Aceh (GAM), PKI, 1966-98)
Mencengangkan,selama kekuasaannya dalam 30 tahun Sebanyak 500.000 orang dibunuh ketika penumpasan G30s/PKI dan 250.000 Orang ketika Meng Invasi Timor Timur Tahun 1975 dan Ribuan lebih Di berbagai Provinsi, anda pernah ingat orang-orang yang di culik dan tidak tahu kemana rimabanya, seperti peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) tahun 1975. Bahkan CIA mempelajari anti PKI ini sebagai “In terms of the numbers killed the anti-PKI massacres in Indonesia rank as one of the worst mass murders of the 20th century”
Label:ilmu pengetahuan
Tokoh
Selasa, 17 Februari 2015
Makna Lirik Lagu "Viva la Vida"
VIVA LA VIDA
I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own
I used to roll the dice
Feel the fear in my enemy's eyes
Listen as the crowd would sing
"Now the old king is dead! Long live the king!"
One minute I held the key
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
Once you go there was never
Never an honest word
And that was when I ruled the world
It was the wicked and wild wind
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn't believe what I'd become
Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh who would ever want to be king?
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world
Songwriters: Berryman, Guy Rupert; Buckland, Jonathan Mark; Champion, Will; Martin, Christopher A J
===================================================
Bagian 5:
“Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh who would ever want to be king?”
I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own
I used to roll the dice
Feel the fear in my enemy's eyes
Listen as the crowd would sing
"Now the old king is dead! Long live the king!"
One minute I held the key
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
Once you go there was never
Never an honest word
And that was when I ruled the world
It was the wicked and wild wind
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn't believe what I'd become
Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh who would ever want to be king?
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world
I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field
For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world
Songwriters: Berryman, Guy Rupert; Buckland, Jonathan Mark; Champion, Will; Martin, Christopher A J
===================================================
Viva la Vida adalah lagu
yang ditampilkan oleh band asal Inggris, Coldplay. Lagu yang diciptakan oleh
seluruh personel Coldpaly ini terdapat dalam album keempat mereka yang berjudul
Viva la Vida or Death and All His Friends
(2008). Viva la Vida meraih
kesuksesan besar di pasaran serta menempati urutan atas di berbagai chart lagu internasional
seperti UK Singles Chart dan Billboard Hot 100. Lagu ini meraih Grammy Award
for Song of The Year pada Grammy Award ke-51 tahun 2009.
Lagu
Viva la Vida selain memiliki unsur
musikalitas yang sangat baik, juga memiliki lirik lagu yang sangat menarik
untuk ditelaah. Lirik dalam Viva la Vida
dapat membuat pendengarnya penasaran karena memiliki ‘makna yang sangat dalam’.
Pada lagu inilah seluruh personel Coldplay menuangkan ide dan memberikan berbagai
sudut pandang mengenai hidup, sejarah, dan agama.
Viva
la Vida mendapatkan inspirasinya dari lukisan hasil karya pelukis abad 20 asal
Meksiko, Frida Kahlo. Chris Martin, vokalis band Coldplay, mengatakan bahwa Viva la Vida yang dalam bahasa Inggris
memiliki arti “Long Live Life” adalah lagu yang didedikasikan kepada sosok
Frida Kahlo yang tetap kuat dan menghargai hidup meskipun menderita penyakit
polio. Kahlo yang telah melalui berbagai kepahitan dalam hidup dapat melukis
karya yang hebat di rumahnya dan mengatakan “Viva la Vida”.
Lirik lagu Viva la Vida memiliki banyak sekali referensi sejarah dan
keagamaan, dalam hal ini agama Kristen. Lirik Viva la Vida sangat menarik untuk ditelaah per bagian. Lirik Viva la Vida terbagi menjadi 5 bagian
lirik dan 2 chorus.
Bagian
1:
“I used to rule the world
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own”
Seas would rise when I gave the word
Now in the morning I sleep alone
Sweep the streets I used to own”
Pada bagian pertama lagu ini, kita
dapat melihat bahwa lirik lagu ini menceritakan mengenai seseorang yang pernah
menguasai dunia, atau setidaknya menjadi penguasa suatu negara yang besar dan
kuat. Apa pun yang dikatakannya selalu didengarkan dan menjadi perhatian
seluruh dunia. Penguasa tersebut kemudian tiba-tiba kehilangan kekuasaannya dan
menjadi orang biasa atau orang rendahan di daerah yang dulu pernah dikuasainya.
Dari raja menjadi pesuruh atau pengemis.
Bagian 2:
“I
used to roll the dice
Feel
the fear in my enemy's eyes
Listen
as the crowd would sing”
"Now
the old king is dead! Long live the king!"
Pada bagian kedua, sosok yang
menceritakan kehidupannya dalam lirik lagu Viva
la Vida menyatakan bahwa dia pernah menguasai dunia serta mengambil resiko
seperti bermain dadu dalam memperluas daerah kekuasaannya sehingga membuat
takut lawan-lawannya. Sosok ini memiliki kekuasaan yang sangat besar sehingga
rakyat memujanya karena dapat mengalahkan kekuatan penguasa sebelumnya.
Bagian
3:
“One minute I held the key
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand”
Next the walls were closed on me
And I discovered that my castles stand
Upon pillars of salt and pillars of sand”
Bagian ketiga lirik lagu
menceritakan tentang sosok yang pernah berkuasa tersebut selama beberapa waktu
memiliki kekuasaan (‘the key’), tetapi terkurung di dalam temboknya sendiri dan
tidak dapat lagi memperluas daerah kekuasaannya. Sosok ini menyadari bahwa pusat
kekuasaannya (‘castle’) berdiri dalam kekuasaan orang-orang yang penurut dan
pembangkang serta cerdas dan bodoh. ‘Pillars of salt’ merujuk pada istri Lot
yang diubah menjadi pilar yang terbuat dari garam. Cerita ini terdapat pada ‘Book
of Genesis’ yang menceritakan tentang kota Sodom dan Gomorrah. Istri Lot tidak
mengikuti perintah malaikat yang melarangnya melihat ketika kota Sodom
dihancurkan di belakangnya. ‘Pillars of sand’ merujuk pada referensi Kristen
yang terdapat dalam Injil berupa ‘Parable of The Wise and The Foolish Builders’
atau ‘House on The Rock’. Perumpamaan (parable)
ini menceritakan tentang orang bodoh yang membangun rumahnya dari pasir dan
orang bijak yang membangun rumahnya dari batu yang kuat.
Bagian 4:
“It was the wicked and wild wind
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn't believe what I'd become”
Blew down the doors to let me in
Shattered windows and the sound of drums
People couldn't believe what I'd become”
Bagian keempat lagu setelah chorus
ini menceritakan bagaimana sosok dalam lirik lagu ini mencapai kekuasaan dengan
cara yang jahat dan kasar. Kekuasaan diraih dengan menghancurkan rumah-rumah.
Rakyat pun menjadi tidak percaya dengan sosok yang menjadi berkuasa tersebut. Sosok
penguasa menjadi seorang tirani karena memiliki kekuasaan yang absolut.
Bagian 5:
“Revolutionaries wait
For my head on a silver plate
Just a puppet on a lonely string
Oh who would ever want to be king?”
Bagian kelima lirik menceritakan
tentang bagaimana sosok yang pernah berkuasa kemudian jatuh dari kekuasaannya
dengan nasib yang tragis. Kekuasaan yang dimiliki sosok penguasa pada akhirnya
dijatuhkan melalui revolusi. Revolusi dalam lirik ini dapat mengacu pada
Revolusi Prancis yang menggulingkan para penguasa Prancis. ‘Head on a silver plate’ dapat mengacu
pada pemenggalan kepala di Prancis pada masa lalu dengan guillotine. Banyak penguasa Prancis yang dipenggal kepalanya dengan
guillotine ketika terjadi revolusi. Istilah
‘head on a silver plate’ dapat pula
mengacu pada peristiwa pemenggalan kepala St. John the Baptism. Herod memenggal
kepala John the Baptism karena diminta oleh Salome yang menginginkan kepala
John the Baptism di atas piring perak. Selain itu, Herod menganggap John the
Baptism sebagai musuh yang berbahaya karena John the Baptism dianggap memiliki
pengaruh yang kuat di kalangan rakyat dan dapat menciptakan pemberontakan. Sang
penguasa dalam lirik Viva la Vida pun
merasa seperti boneka yang digerakkan oleh tali penggerak. Dengan segala nasib
tragis yang diperoleh oleh sang penguasa, siapa yang mau menjadi raja?
Chorus
1:
“I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field”
“I hear Jerusalem bells a ringing
Roman Cavalry choirs are singing
Be my mirror, my sword and shield
My missionaries in a foreign field”
Pada bagian chorus lagu pertama,
lirik lagu yang dituliskan menceritakan mengenai masa kekuasaan sosok penguasa
dalam lirik lagu. Sosok penguasa tersebut mendengar ‘Jerusalem Bell’ yang
mungkin biasa digunakan oleh para pendeta Yahudi. Maksud Coldplay menulis lirik
ini mungkin untuk mengingatkan Perang Salib di Yerusalem. Pasukan kavelari
Romawi kemudian dituliskan bergerak untuk melakukan perang atas nama agama.
Pasukan kavelari Romawi seolah-olah menyanyikan choir (paduan suara gereja) saat pergi berperang. Kaca (mirror) dapat mengacu pada imej, pedang
(sword) mengacu pada kekuasaan, dan
perisai (shield) mengacu pada kekuatan.
Tiga hal inilah yang menjadi sumbu kekuasaan sosok penguasa. Sosok penguasa
pada Viva la Vida ini melakukan
penaklukan terhadap wilayah lain dengan dalih agama. Dia mengatasnamakan agama
dalam melakukan kekejaman dalam rangka menaklukan daerah yang asing.
Chorus
2:
“For some reason I can't explain
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world”
I know Saint Peter won't call my name
Never an honest word
But that was when I ruled the world”
Bagian chorus kedua, sosok penguasa
menyadari bahwa pada titik tertentu dia mengakui kejahatannya ketika
memerintah. Dia menyadari bahwa dirinya tidak akan masuk surga setelah
kematiannya. Saint Peter dalam agama Kristen adalah rasul utama, paus pertama
Katolik, lalu dimuliakan menjadi santo (saint).
Sosok penguasa tersebut merasa namanya tidak terdapat dalam daftar manusia yang
masuk ke dalam surga. Sosok tersebut tidak pernah mengatakan kata yang jujur
dalam memerintah. Lirik lagu ini pun ditutup dengan menyatakan bahwa hal itu (kejahatan
dan kekejaman) terjadi dan dilakukan pada saat dia memerintah.
……But that was when I ruled the world
====================================================
Lirik
lagu menurut personel Coldplay:
- Bassis Guy Berryman (dalam Q Magazine Juli 2008) menyatakan:
"It's a story about a king who's lost his
kingdom, and all the album's artwork is based on the idea of revolutionaries
and guerrillas. There's this slightly anti-authoritarian viewpoint that's crept
into some of the lyrics and it's some of the payoff between being surrounded by
governments on one side, but also we're human beings with emotions and we're all
going to die and the stupidity of what we have to put up with every day. Hence
the album title."
- Vokalis Chris Martin menyatakan:
"I know Saint Peter won't call
my name." The Coldplay lead singer replied: "It's about… You're not on
the list. I was a naughty boy. It's always fascinated me that idea of finishing
your life and then being analyzed on it. And it's that runs through most
religions. That's why people blow up buildings. Because they think they're
going to get lots of virgins. I always feel like saying, Just join a band
(cackles head off). That is the most frightening thing you could possibly say
to somebody. Eternal damnation. I know about this stuff because I studied it. I
was into it all. I know it. It's still mildly terrifying to me. And this is
serious."
- Drumer Will Champion menyatakan:
Label:ilmu pengetahuan
Lagu
Jumat, 13 Februari 2015
Frasa Latin
- Ad hoc
English: For this purpose
Arti: Hanya untuk satu tujuan tertentu saja. Di Indonesia sering dijumpai istilah “pengadilan ad hoc”, yang berarti pengadilan yang dibentuk untuk kasus-kasus tertentu saja. - Carpe diem
English: Seize the day
Arti: Dikutip dari puisi karya Horace, memiliki arti agar kita menikmati hari ini (karena masa depan tidak bisa diprediksi). - Cogito ergo sum
English: I think, therefore I exist
Arti: Aku berpikir, maka aku ada. Dipopulerkan oleh filsuf Prancis René Descartes, artinya kira-kira adalah kalau ada seseorang yang berpikir dan mempertanyakan bahwa dirinya ada (nyata) atau tidak, maka dengan berpikir itu sendiri adalah bukti eksistensi orang itu. Bingung? Sama dong… - De facto
Englsih: In fact/in reality
Arti: Pada kenyataannya/pada prakteknya/sesuai fakta. Berlawanan dengan de jure yang berarti sesuai hukum. - E Pluribus Unum
Englsih: Out of many, one
Arti: Satu yang keluar dari sekian banyak. Istilah ini menjadi terkenal karena terdapat pada logo negara Amerika Serikat. - In absentia
English: In one’s absence
Arti: Dengan ketidakhadiran seseorang. Sering digunakan dalam istilah hukum, “pengadilan in absentia”, yang berarti pengadilan dilaksanakan tanpa kehadiran terdakwa. - Mea culpa
English: My fault
Arti: Salah saya. Diungkapkan ketika kita mengakui kesalahan, atau meminta maaf atas kesalahan kita. - Pro bono
English: For the public good
Arti: Melakukan suatu pekerjaan tanpa imbalan/upah, untuk kepentingan publik. - Rigor mortis
English: Stiffness of death
Arti: Salah satu tanda kematian, yaitu kekakuan/kekerasan tubuh seseorang, yang bisa digunakan untuk mengetahui sudah berapa lamakah seseorang telah meninggal. Istilah ini banyak ditemui di novel/film pembunuhan. - Status quo
English: The current or existing state of affairs
Arti: Pihak yang sedang berkuasa/keadaan saat ini. Mempertahankan status quo memiliki arti mempertahankan kondisi tetap seperti saat ini. Entah kenapa di Indonesia diterjemahkan sebagai “pihak yang lama berkuasa”, sehingga setelah mundur pun tetap dijuluki status quo (padahal kalau sudah tidak berkuasa ya bukan status quo lagi mestinya). - Opus Dei
English: The work of God
Arti: Karya Tuhan. Opus Dei juga digunakan sebagai nama organisasi kontroversial yang berdiri di tahun 1928 dengan tujuan menyebarkan ajaran gereja, namun dengan cara yang terlalu fanatik. Organisasi ini menjadi terkenal setelah digunakan oleh Dan Brown dalam novel The Da Vinci Code (2003). - Quid pro quo
English: What for what, Favor for a favor
Arti: Sesuatu untuk sesuatu, pertukaran yang adil/seimbang. - Veni, vidi, vici
English: I came, I saw, I conquered
Arti: Aku datang, aku lihat, aku menang. Bagi yang suka komik Asterix mungkin masih ingat bagaimana Julius Caesar suka menggunakan ungkapan ini. Kaisar Romawi ini memang orang yang pertama kali menuliskan kata-kata tersebut sebagai komentar setelah memenangkan sebuah perang di Turki. - Vice versa
English: The other way around
Arti: Demikian juga sebaliknya. - Vox populi
English: The voice of the people
Arti: Suara rakyat. Negara demokrasi sering menggunakan istilah Vox Populi, Vox Dei, yang berarti “suara rakyat adalah suara Tuhan”.
Mohon maaf kalau terdapat kesalahan mengartikan ungkapan
dalam bahasa Latin di atas, karena saya juga bukanlah seorang ahli bahasa.
Label:ilmu pengetahuan
Bahasa
Minggu, 08 Februari 2015
Review [Film Lawas]: "Rumah Besar " [Kabhi Khushi Kabhie Gham]
"Hal yang paling ku rindukan adalah berkumpul di rumah besar kita, di rumah yang kita dibesarkan dengan kasih sayang seorang raja yang ku panggil ayah dan seorang ratu yang aku panggil ibu"
| Dokumentasi mootee.typepad.com |
Pernah nonton film India yang fenomenal dan terlaris dijamannya -Kabhi
Khushi Kabhie Gham-? ah mungkin sebagian orang menganggap saya konyol
nonton film ini, tapi saya menonotn film sama dengan mendengarkan musik.
Kalau bagus ya saya denger, begitu juga dengan film kalau bagus juga
saya tonton, persetan dengan tarian dan nyanyian Indianya, kenapa?
karena bukan cuma saya sebagian orang juga setuju kalau nyanyian dan
tarian India di film itu menjadi hal yang risih. Tapi itu salutnya India
dia bisa menggali kebudayaan mereka dan masuk ke dalam film modern.
Jadi, kemana arah pembicaraan ini? oh kita akan bahas bagaimana kisah
'Rumah Besar' di film ini. Oh sebelumnya mungkin ada yang tidak tau
sinopsis film ini seperti apa. Oke saya akan sekilas menceritak film ini
dengan sudut pandang saya dan sekalian "Rumah Besar"-nya.
| Dokumentasi Indosiar |
Film ini menceritakan sebuah keluarga besar yang tinggal disebuah "Rumah
Besar" kenapa saya beri tanda kutip? karena pertama bukan hanya karena
film ini syuting di rumah yang berukuran besar tapi lebih ke Makna dan
pesan film yang besar yang bertema tentang keluarga dalam sebuah rumah.
kisah diawali dengan seorang anak yang diadopsi menjadi bagian dalam
keluarga besar tersebut yang dalam hal ini diperankan oleh Sahrukh khan
yang bernama Rahul. dan statusnya menjadi anak tiri sedangkan anak
kandung keluarga tersebut bernama Rohan diperankan oleh Hritik
Roshan. Mereka semua saling sayang menyayangi. Di suatu hari Rahul
bertemu dengan Anjali Sharma (Kajol) Rahul sangat tertarik dengan
Anjali, tetapi di saat ia bicara dengan ibunya. Ayahnya telah
menjodohkan Rahul dengan Nisa (Rani Mukherjee). Hati ibunya menjadi
serba salah. Suatu saat Rahul berterus terang dengan Ayahnya bahwa dia
sangat mencintai Anjali, tetapi ayahnya tidak setuju karena Anjali tidak
pantas untuk menjadi menantunya dikarenakan status dan derajat yang
berbeda, dan tanpa habis pikir Rahul diam-diam telah menikahi Anjali.
Ayahnya sangat marah padanya dan tanpa kata Ayahnya mengatakan bahwa
Rahul menunjukkan dirinya bahwa dia bukan anak dari keluarganya, Rahul
mengalirkan air matanya dengan terkejutnya dia mendengar perkataan itu,
dan betapa sakitnya hati dan Ibunya mendengarnya. akhirnya si Rahul
pergi ke Inggris bersama Anjali dan menetap disana. namun belakangan
setelah si Rohit tahu siapa sebenarnya Rahul, ia berusaha untuk
menyatukan kembali bagian keluarga besar yang telah lama terpisah. yang
pada akhirnya mereka bersama lagi dalam satu rumaah walau dengan keadaan
yang tidak mudah..
Film ini memiliki pesan moral dan keluarga terutama artinya dari kasih
seorang ibu yang mencintai tak pudar sampai kapanpun, selain itu
kesetian seorang istri pada suaminya. hal ini diperankan oleh Kajol yang
selalu mensuport Rahul, dan kecintaan seorang adik kepada kakaknya,
"Rumah Besar" itulah istilah untuk film ini. betapapun kaya seorang
betapapun berkecukupan seseorang tidak ada harganya dibandingkan dengan
keluarga besar yang tinggal dalam satu rumah. berikut ini beberapa Quote
dalam film ini
"Apakah kamu tahu ibu selalu mengatakan bahwa ... suami adalah Tuhan. Tidak peduli apa yang dia katakan ... tidak peduli apa yang dia pikir ... dia selalu benar. Kamu membawa Rahul ke rumah suatu hari dulu ... kan?. kita beri dia banyak cinta ... kan?. Ia menjadi bagian dari keluarga kita. Ia menjadi hidup saya ... kan? ... benar sekali! Lalu ... suatu hari ia meninggalkan rumah dan pergi. Salahnya kamu membiarkan dia pergi ... salahnya kamu mempisahkan seorang ibu dengan anaknya ... salah. Keluarga kita hancur berkeping-keping ... salah. Lalu bagaimana seorang suami menjadi Tuhan? Tuhan tidak bisa melakukan apapun yang salah kan? Suami saya hanya seorang suami ... hanya seorang suami ... Bukan Tuhan.
Bukan Tuhan."-Nadini
Rohit :"Apakah Kamu tahu Bhaiyya(panggilan Rohit untuk Rahul), Kamu
sering berkata ketika aku masih kecil ibu itu mencintaimu lebih dari
saya. Aku tidak pernah menyukainya kemudian. Aku mendapatkan marah jika
protes. Tapi hari ini, saya ingin memberitahu Kamu, bahwa Kamu benar.
Ibu mencintaimu lebih dari saya. Dia mencintai Kamu terlalu banyak. Dan
dia akan selalu mencintaimu."
Label:ilmu pengetahuan
Film
Sabtu, 07 Februari 2015
Misteri Lukisan Leornardo Da Vinci "The Last supper"
Jujur saya termasuk salah satu pengemar berat dari
lukisan-lukisan milik Leornardo Da Vinci, walaupun saya
tidak pernah melihat lukisan milik nya secara langsung,
namun tak apalah, saya tetap senang melihat lukisan nya
bertebaran di dalam google, menurut saya Da Vinci memang lah termasuk
salah satu Tokoh yang sangat hebat & berbakat dalam dunia lukis melukis,
sulit untuk saya bisa mengantakan & mengambarkan
betapa hebat nya seorang Da Vinci itu, Tentu dibalik ke kagumman saya
melihat lukisan-lukisan milik nya, di dalam hati saya, saya
seperti ingin tahu lebih jauh apa arti dari lukisan yang dia buat
itu, karna memang terkadang lukisan-lukisan milik Leonardo
Da Vinci selalu menyimpan misteri tersendiri
bagi penikmat & pengemar lukisan milik nya, karna didalam lukisan
tersebut terkadang pula Da Vinci menyimpan sebuah Kode-kode rahasia
yang mungkin memang di ciptakan untuk kelak bagi kita sebagai penikmat
lukisan milik nya bisa memecahkan kode yang tersimpan didalam
lukisan tersebut ..
Lukisan ini di sebut “The Last
supper” / “Perjamuan Terakhir”
Sejenak
lukisan ini memang terlihat biasa saja, namun bila kita bisa
lebih teliti, ada banyak kejanggalan dalam lukisan tersebut :
1. Siapakah sosok wanita
dalam lukisan tersebut ?
2. Posisi wanita yang sedang bersandar
itu sungguh janggal !!
Lalu ketika saya ada waktu luang, saya
coba-coba untuk Edit lah Gambar ini, & Haaap :
Begini lah tepat nya posisi wanita yang saya dapatkan
Kira-kira Begini lah posisi
yang bisa saya dapatkan & posisi
seperti ini saya punya penjelasan nya.
Jadi
menurut saya, ke 3 orang yang sedang ber-agumen itu mereka sedang
mencegah orang yang berambut putih yang sedang
membawa pisau di samping nya untuk berniat jahat, orang yang
berbaju Hijau itu
seperti mencoba untuk melerai, semetara 2 orang yang ada di
belakang nya mereka sedang mencoba untuk Bertahan / Menyelamatkan
Setelah saya gabungkan kedua gambar
tadi, ada 1 hal yang menurut saya sangat janggal & tidak bisa
saya pecahkan, yaituuu …
Finally / akhir nya seperti
ini
Tapi
Lihat Gambar tangan yang ada di meja itu, tangan siapakah itu? Sulit
dilihat yah? Maka kita ne×t gambar berikutnya .
“ Perhatikan Baik-baik ”
Jika anda benar-benar teliti, maka kalian akan bisa membedakan tangan sebelah kanan & tangan sebelah
kiri, perbedaan yang paling menonjol dalam gambar tadi, terletak pada jari
kelingking yang lebih terlihat dari pada jari jempol yang terlihat lebih mengendap.
Berarti dari lukisan ini ada 3 misteri
:
1. Siapakah sosok wanita
dalam lukisan tersebut ?
2. Ada apa dengan ke 3
orang itu? Kenapa mereka sedang ber-agumen, sementara orang yang
berpakaian hijau seperti sedang melerai ??
3. Tangan siapa kah
yang ada dimeja itu? & Jika ada viewers
yang tahu,
Label:ilmu pengetahuan
Misteri
Lao Tzu
Lao Tzu atau sering juga disebut sebagai Laozi merupakan figur yang sangat disegani, karena ajaran-ajarannya yang sangat indah. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan kepercayaan Buddhisme.
Meskipun tidak mudah untuk menentukan kepastian asal-usul dan tanggal lahirnya, Laozi terlanjur dipercaya dan dihormati sebagai akar dari keturunan Dinasti Tang (618-917 SM).
Berikut adalah kata-kata bijak Lao Tzu:
“Dia yang mengenal orang lain adalah bijaksana.
Dia yang mengenal dirinya sendiri adalah terang.
Dia yang dapat mengalahkan orang lain adalah bertenaga.
Dia yang dapat mengalahkan dirinya sendiri adalah kuat.
Dia yang merasa puas adalah orang yang kaya”“Menghadapi kesukaran besar namun tidak gelisah, itulah keberanian seorang bijaksana”“Kesenangan yang paling senang adalah tidak dirasakan sebagai kesenangan. Kebanggaan yang paling membanggakan adalah tidak dirasakan sebagai kebanggaan”“Perjalanan seribu Li dimulai dari satu langkah kecil”“Kebaikan dalam kata-kata menciptakan keyakinan, kebaikan dalam berpikir menciptakan kebesaran hati, kebaikan dalam tindakan menciptakan cinta”“Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih”“Dengan budi pekerti membagi dana kepada orang lain adalah satu kesucian.
Dengan harta benda membagi dana kepada orang lain hanya dikatakan bijaksana”“Bagaimana sungai dan lautan dapat menjadi tempat berkumpulnya air?
Karena mereka berada ditempat yang rendah.
Oleh karena itu, bila ingin menjadi seorang pemimpin diantara orang banyak,
Seseorang harus berbicara merendah.
Bila ingin menjadi terkenal diantara orang banyak,
Maka seseorang harus berjalan dibelakang banyak orang”“Orang hebat mampu mengendalikan orang lain, tetapi lebih hebat lagi kalau dia mampu mengendalikan dirinya sendiri”“Setelah mengetahui ketidak manfaatan dari sesuatu, barulah seseorang dapat mengerti kegunaan dari sesuatu yang bermanfaat”“Bila kebenaran Tao berada di dunia,
kuda sembrani dipakai untuk menggarap sawah.
Bila kebenaran Tao tidak berada di dunia,
maka kuda betina melahirkan diluar kandang.
Malapetaka yang paling besar tidak lain adalah perasaan yang tidak pernah puas.
Kekeliruan yang paling besar tidak lain karena ingin mendapatkan sesuatu.
Oleh karena itu, dia yang merasa puas dengan keadaan yang Memuaskan akan selamanya menikmati kepuasan”“Tidak memiliki nama, ialah asal langit dan bumi; memiliki nama, ialah Ibu dari segala benda”“Tao adalah kekosongan dari suatu wadah. Dan dalam pemanfaatannya, kita harus menjaga diri dari segala kepenuhan. Betapa dalam dan tak terpahaminya, seakan ia adalah Leluhur terhormat dari segala benda”“Bukankah ruang antara langit dan bumi dapat diibaratkan sebuah peniup angin? Walaupun kosong, tidak kehilangan tenaganya. Setiap kali bergerak menghembuskan lebih banyak udara. Banyak berbicara akan mempercepat keletihan. Pertahankan kepribadianmu dan jagalah agar tetap bebas”“Dan jika seorang sempurna tidak berkeluh kesah mengenai posisinya yang rendah, tidak ada yang menemukan kesalahan dalam dirinya”“Adalah lebih baik untuk membiarkan sebuah wadah tidak terisi, daripada berusaha membawanya di saat penuh. Jika anda tetap mengusap suatu ujung yang telah diasah, ujung itu tak akan dapat lama mempertahankan ketajamannya”“Tiga pulih jari-jari bersatu dalam satu bundaran, tetapi adalah pada ruang kosong untuk poros pemakaian roda bergantung.
Tanah liat dibentuk menjadi wadah, tetapi pada ruang kosongnya lah kegunaannya bergantung.
Maka dari itu, yang memiliki keberadaan berguna sebagai penyesuaian, dan yang tidak memiliki keberadaan adalah yang benar-benar berada”“Mengerjakan sesuatu yang susah ketika masih mudah.
Mengerjakan sesuatu yang besar ketika masih kecil.
Kesukaran-kesukaran yang ada di dunia, harus diselesaikan dari yang mudah.
Perkara dan urusan yang ada di dunia, harus diselesaikan ketika masih sepele.
Demikianlah seorang yang bijaksana.
Tidak pernah berurusan dengan masalah yang besar.
Dia yang mudah membuat janji akan sering memungkiri janjinya.
Banyak menganggap teralu mudah akan menghadapi banyak kesulitan.
Oleh karena itu, orang yang bijaksana menganggap semua masalah sukar.
Sehingga tidak menjumpai kesulitan”“Kita menemukannya dan tidak melihat depannya. Kita mengikutinya dan tidak melihat belakangnya. Jika kita dapat memanfaatkan Tao yang dulu untuk mengatur hal-hal masa kini, dan dapat mengetahuinya sebagaimana ia dulu di awalnya. Ini yang dinamakan memecahkan masalah Tao”“Siapa yang dapat membuat air berlumpur menjadi jernih? Biarkan ia tenang dan secara perlahan akan menjadi jernih. Siapa yang dapat mempertahankan kondisi instirahat? Biarkan pergerakan berlanjut, dan kondisi istirahat perlahan akan mencuat”“Kondisi kehampaan harus dibawa pada puncaknya, dan ketenangan dijaga dengan keteguhan yang tak tergoyahkan. Semua benda melalui proses aktifitasnya, dan kita melihat mereka kembali pada awalnya. Ketika tumbuhan menampakkan pertumbuhan, kita melihat setiap mereka kembali pada akarnya. Kembali pada akarnya inilah yang kita namakan kondisi ketenangan, dan ketenagan itu dapat dianggap suatu laporan bahwa mereka telah memenuhi tujuan mereka”“Bagaimana baiknya para pemimpin awal tampil, memperlihatkan pentingnya ucapan mereka! Pekerjaan mereka selesai dan tugas-tugas mereka sukses. Sementara semua rakyat berkata. “Kita adalah kita!”“Ia yang memiliki sedikit keinginan akan memperolehnya. Ia yang memiliki banyak keinginan akan kacau”
Label:ilmu pengetahuan
Tokoh
Jumat, 06 Februari 2015
Ekspedisi Lewis dan Clark
Bagi yang tidak lahir dan besar di Amerika Serikat mungkin tidak begitu
kenal siapa Lewis dan Clark, termasuk aku dech, bahkan waktu suatu hari
suamiku berbincang dengan ibunya soal Lewis dan Clark ini, tak pikir
mereka membicarakan Lois Lane dan Clark Kent dari cerita
'Superman'..ha..ha.., dasar kuping ini ikut ikutan 'culture shock'.
Waktu berkesempatan berkunjung ke Seaside, Oregon, akhir September lalu, barulah aku mengamati patung Lewis dan Clark yang ada di bundaran salah satu sudut kota Seaside yang menghadap ke Samudera Pasifik, diantara hotel hotel berbintang yang bertebaran di sekitar pantai.Patung ini disebut juga 'Turn arround of Lewsi & Clark',..yang artinya mobil yang melewati patung tersebut musti membelok dan melingkari patung tersebut.
Patung tersebut dibangun di Seaside, karena kedua orang tersebut pernah sampai di tepi Samudera Pasifik, tepatnya bermuara-nya sungai Columbia, yang termasuk salah satu sungai besar di Amerika Serikat, dan di masa lalu bersama dengan sungai besar Missouri diselidiki oleh Lewis dan Clark apakah bisa berpontensi menjadi lalu lintas sungai dari Timur ke Barat di bagian Utara Amerika Serikat. Tujuan lain dari ekspedisi ini juga untuk mengetahui sumber sumber alam di daerah Pacific Northwest. Bagi yang belum tau yang disebut dengan Pacific Northwest sekarang ini adalah antara lain negara bagian Washington yang terletak di ujung barat-utara dari Amerika Serikat berbatasan dengan negara Canada dibagian utara, juga negara bagian Oregon, Idaho dan sebagian Montana.
Ekspedisi Lewis dan Clark ini atas perintah Presiden Thomas Jefferson pada tahun 1803, dan pelaksanaan ekspedisi ini terjadi pada tahun 1804-1806, yang tau sendiri lhah jaman segitu jamannya kuda masih jadi tunggangan prestise, bahkan mereka juga 'meninggalkan jejak' pembuatan garam di kota Seaside juga, disebut 'Salt Work', karena pada jaman tersebut kita tidak dengan mudahnya seperti sekarang membeli garam di warung atau di toko untuk perbekalan.
Ekspedisi ini dikenal dengan nama 'The Lewis and Clark
Expedition', adalah ekspedisi darat pertama oleh pemerintah Amerika
Serikat menuju ke Pantai Pasifik dan sebaliknya. Tim ekspedisi di
komandani oleh Angkatan Darat Amerika Serikat, Kapten Meriwether Lewis dan partner-nya adalah Letnan Dua William Clark.
Salah satu penemuan penting dari ekspedisi ini adalah adanya persepsi yang lebih baik dari geografi daerah Northwest Amerika Serikat, dan pembuatan peta yang akurat untuk pertama kalinya untuk daerah Northwest. Selama ekspedisi ini berlangsung, Lewis dan Clark membuat tak kurang dari 140 peta. Hal baru yang akhirnya diketahui dari ekspedisi ini adalah mereka percaya bahwa pegunungan Rocky (Rocky Mountains) bisa dilintasi hanya dalam satu hari, dan bahwa pegunungan Rocky ini memisahkan sumber air dari Sungai Missouri dari sungai sungai besar di sebelah Barat yang pada akhirnya bermuara di Samudera Pasifik. (antara lain Sungai Columbia yang sebagian mengalir dan menjadi perbatasan antara Oregon State dan Washington State). Akan tetapi pada kenyataan-nya pada saat ekspedisi tersebut dijalani, mereka memerlukan waktu 11 hari, jalan yang penuh bahaya, dan lalu lintas sungai yang semula mereka pikir adalah jalan yang mudah untuk masa depan perdagangan ternyata tidak semudah yang mereka kira. (..'water route cross the continent did not exist..)
Hal lain yang sangat diperhatikan oleh sejarahwan
Amerika, ialah pada saat ekspedisi ini, Lewis dan Clark dibantu oleh ibu
muda dari suku Indian Shoshone bernama Sacagawea yang
bertindak sebagai penterjemah. Saking terkenal-nya ibu Sacagawea ini
sampai gambarnya dipakai sebagai salah satu sisi uang coin di Amerika
Serikat.
Jejak perjalanan Lewis & Clark, atau terkenal dengan sebutan Lewis & Clark' Trail bisa ditemukan membentang dari Illinois sampai Pacific Northwest antara lain di negara-negara bagian Kentucky (Meriwether Lewis and William Clark met in Louisville, Kentucky,thus forming one of the most famous and successful partnerships in history...), Indiana, Illinois, Missouri, Kansas, Iowa, Nebraska, South Dakota, North Dakota, Montana, Idaho, Oregon dan Washington.
Waktu berkesempatan berkunjung ke Seaside, Oregon, akhir September lalu, barulah aku mengamati patung Lewis dan Clark yang ada di bundaran salah satu sudut kota Seaside yang menghadap ke Samudera Pasifik, diantara hotel hotel berbintang yang bertebaran di sekitar pantai.Patung ini disebut juga 'Turn arround of Lewsi & Clark',..yang artinya mobil yang melewati patung tersebut musti membelok dan melingkari patung tersebut.
Patung tersebut dibangun di Seaside, karena kedua orang tersebut pernah sampai di tepi Samudera Pasifik, tepatnya bermuara-nya sungai Columbia, yang termasuk salah satu sungai besar di Amerika Serikat, dan di masa lalu bersama dengan sungai besar Missouri diselidiki oleh Lewis dan Clark apakah bisa berpontensi menjadi lalu lintas sungai dari Timur ke Barat di bagian Utara Amerika Serikat. Tujuan lain dari ekspedisi ini juga untuk mengetahui sumber sumber alam di daerah Pacific Northwest. Bagi yang belum tau yang disebut dengan Pacific Northwest sekarang ini adalah antara lain negara bagian Washington yang terletak di ujung barat-utara dari Amerika Serikat berbatasan dengan negara Canada dibagian utara, juga negara bagian Oregon, Idaho dan sebagian Montana.
Ekspedisi Lewis dan Clark ini atas perintah Presiden Thomas Jefferson pada tahun 1803, dan pelaksanaan ekspedisi ini terjadi pada tahun 1804-1806, yang tau sendiri lhah jaman segitu jamannya kuda masih jadi tunggangan prestise, bahkan mereka juga 'meninggalkan jejak' pembuatan garam di kota Seaside juga, disebut 'Salt Work', karena pada jaman tersebut kita tidak dengan mudahnya seperti sekarang membeli garam di warung atau di toko untuk perbekalan.
| Bundaran, sebelah kanan yang ada bendera Amerika adalah letak patung Lewis dan Clark |
Salah satu penemuan penting dari ekspedisi ini adalah adanya persepsi yang lebih baik dari geografi daerah Northwest Amerika Serikat, dan pembuatan peta yang akurat untuk pertama kalinya untuk daerah Northwest. Selama ekspedisi ini berlangsung, Lewis dan Clark membuat tak kurang dari 140 peta. Hal baru yang akhirnya diketahui dari ekspedisi ini adalah mereka percaya bahwa pegunungan Rocky (Rocky Mountains) bisa dilintasi hanya dalam satu hari, dan bahwa pegunungan Rocky ini memisahkan sumber air dari Sungai Missouri dari sungai sungai besar di sebelah Barat yang pada akhirnya bermuara di Samudera Pasifik. (antara lain Sungai Columbia yang sebagian mengalir dan menjadi perbatasan antara Oregon State dan Washington State). Akan tetapi pada kenyataan-nya pada saat ekspedisi tersebut dijalani, mereka memerlukan waktu 11 hari, jalan yang penuh bahaya, dan lalu lintas sungai yang semula mereka pikir adalah jalan yang mudah untuk masa depan perdagangan ternyata tidak semudah yang mereka kira. (..'water route cross the continent did not exist..)
| my daughter, Grace infront of the Statue of Lewis & Clark |
Jejak perjalanan Lewis & Clark, atau terkenal dengan sebutan Lewis & Clark' Trail bisa ditemukan membentang dari Illinois sampai Pacific Northwest antara lain di negara-negara bagian Kentucky (Meriwether Lewis and William Clark met in Louisville, Kentucky,thus forming one of the most famous and successful partnerships in history...), Indiana, Illinois, Missouri, Kansas, Iowa, Nebraska, South Dakota, North Dakota, Montana, Idaho, Oregon dan Washington.
Label:ilmu pengetahuan
Sejarah
Langganan:
Komentar (Atom)












