Ceritanya demikian. Jaman dulu kala, ketika
masa-masa damai telah berlalu, dan para raja keluar untuk mencari musuh,
sang raja Daud pun mempersiapkan perang. Pada sore hari, ketika sedang
jalan-jalan di atas balkon istana, dia melihat seorang wanita muda yang
ranum sedang mandi. Dasar lelaki, mata binalnya lalu beraksi. Sang
wanita itu pun dihadirkannya di depannya. Ditidurinya hingga hamil.
Wanita yang bernama Batsyeba ini bersuamikan seorang prajurit bernama
Uria. Dan cerita dalam Kitab Suci Perjanjian Lama pun berlanjut. Sang
raja menjadi berpikir keras bagaimana menyingkirkan sang prajurit
setianya. Diaturlah strategi, sehingga Uria pun terbunuh dalam suatu
pertempuran. Dan Sang Raja pun akhirnya mendapatkan sang janda tersebut.
Dalam banyak berita, dikatakan bahwa sosok
Raja Daud, selain memang rupawan, pandai, dan jagoan, juga pandai main
musik. Bahkan, tidak sedikit yang mengatakan bahwa Raja Daudlah
pengarang Mazmur - tentu sangat bisa dipertentangkan klaim macam ini.
Leonard Cohen menginterpretasikan hal ini dengan cara demikian. Ketika
sedang jalan-jalan di atas balkon, Raja Daud sambil merangkai nada untuk
lagu pujian kepada Tuhan. Halleluya. Halleluya… tapi mata binalnya
menangkap wanita sedang mandi. Akibatnya, lagu Halleluya ciptaan Daud
itu lebih merupakan pujian pada selingkuhannya.
Kalaupun Raja Daud diceritakan begitu buruk
dalam tulisan pendek ini, bukan dengan maksud mau memburuk-burukkan
namanya. Realitas yang tercatat dalam Kitab Suci Perjanjian Lama memang
mengungkapkan fakta demikian. Jadi tulisan pendek ini sama sekali tidak
mengubah realitas apapun dari apa yang telah terungkap dalam Kitab Suci
tersebut.
“Hallelujah”
That David played, and it pleased the Lord
But you don’t really care for music, do you?
It goes like this
The fourth, the fifth
The minor fall, the major lift
The baffled king composing Hallelujah
Hallelujah
Hallelujah
Hallelujah
Hallelujah
Your faith was strong but you needed proof
You saw her bathing on the roof
Her beauty and the moonlight overthrew you
She tied you
To a kitchen chair
She broke your throne, and she cut your hair
And from your lips she drew the Hallelujah
Baby I have been here before
I know this room, I’ve walked this floor
I used to live alone before I knew you.
I’ve seen your flag on the marble arch
Love is not a victory march
It’s a cold and it’s a broken Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
There was a time you let me know
What’s really going on below
But now you never show it to me, do you?
And remember when I moved in you
The holy dove was moving too
And every breath we drew was Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
You say I took the name in vain
I don’t even know the name
But if I did, well really, what’s it to you?
There’s a blaze of light
In every word
It doesn’t matter which you heard
The holy or the broken Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
I did my best, it wasn’t much
I couldn’t feel, so I tried to touch
I’ve told the truth, I didn’t come to fool you
And even though
It all went wrong
I’ll stand before the Lord of Song
With nothing on my tongue but Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah, Hallelujah
Hallelujah
https://www.youtube.com/watch?v=mmbQEQltOwM&feature=player_embedded
Sumber video diambil dari sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar